Konten visual sosmed adalah lapak terbesar buat brand maupun personal di 2026—tapi membuatnya konsisten setiap minggu sering bikin kreator burn out. Claude Pro bisa jadi "ghost art director" yang membantu menyusun content plan, copywriting carousel, brief desain, sampai prompt detail untuk Midjourney. Berikut 12 prompt yang bisa Anda copy-paste untuk berbagai platform: Instagram, LinkedIn, YouTube, hingga TikTok. Semua prompt juga jalan di ChatGPT dan Gemini, namun untuk brand voice berbahasa Indonesia yang natural dan iterasi cepat lintas varian, Claude paling diandalkan.
1. Menyusun Content Plan Visual Mingguan
Use case: Memastikan ada variasi format dan tema dalam 1 minggu posting.
Brand/akun saya: [NAMA & NICHE]. Target audiens: [PROFIL]. Platform fokus: [IG / TIKTOK / LINKEDIN].
Susun content plan visual 7 hari:
1. Tema mingguan + 1 pesan inti
2. 7 ide konten harian dengan format bervariasi (feed, carousel, reels, story, repost UGC, dll)
3. Untuk tiap konten: hook, format visual, CTA
4. Saran waktu posting optimal
5. Tagar utama + 5 tagar pendukung relevan
Sajikan dalam tabel yang rapi siap dipindah ke Notion/Trello.
2. Carousel Edukasi 10 Slide
Use case: Format paling viral di IG dan LinkedIn—butuh storytelling yang ketat.
Buat draf carousel 10 slide untuk topik "[TOPIK]" yang ditujukan untuk [AUDIENS].
Untuk tiap slide:
- Judul slide (max 6 kata)
- Body copy (max 25 kata)
- Saran visual / ilustrasi
- Catatan transisi ke slide berikutnya
Struktur yang disarankan:
- Slide 1: hook (judul yang bikin berhenti scroll)
- Slide 2: problem yang dirasakan audiens
- Slide 3-8: solusi/insight per poin
- Slide 9: rekap
- Slide 10: CTA (follow / save / komen)
3. Feed Tunggal: Quote, Tips, Mini-Edu
Use case: Konten "1 slide aja" yang langsung to-the-point.
Buat 10 ide feed tunggal (single image post) untuk niche [NICHE] dengan format berbeda:
1. 3 versi quote provokatif
2. 3 versi tips singkat (3-step)
3. 3 versi data/statistik mengejutkan
4. 1 versi pertanyaan untuk memancing komentar
Untuk tiap ide: judul, copy lengkap (max 30 kata), saran visual & palet warna, caption pendukung dengan CTA, dan 7 hashtag relevan.
4. Thumbnail YouTube yang Click-worthy
Use case: CTR thumbnail bisa menentukan video meledak atau tidak.
Video saya berjudul "[JUDUL]". Topik: [RINGKASAN]. Audiens: [PROFIL].
Rancang 3 konsep thumbnail YouTube:
1. Konsep ekspresi wajah (face-driven)
2. Konsep teks dominan (text-driven)
3. Konsep before/after atau perbandingan
Untuk tiap konsep:
- Headline maksimal 5 kata
- Saran ekspresi & pose talent
- Palet warna kontras tinggi (sertakan HEX)
- Komposisi (talent di kiri/kanan, teks di mana)
- Prompt Midjourney untuk background/elemen pendukung jika perlu
5. Cover LinkedIn & Twitter/X Header
Use case: Branding visual personal/profesional yang sering diabaikan.
Saya seorang [PROFESI/POSISI] di bidang [BIDANG]. Personal brand keyword: [3 KATA].
Rancang 3 konsep cover LinkedIn (1584x396) dan adaptasinya untuk header X (1500x500):
1. Konsep typography-driven dengan tagline
2. Konsep abstract pattern + nama/role
3. Konsep foto + overlay teks tipis
Untuk tiap konsep: tagline (max 8 kata), palet warna, font yang sesuai brand, dan prompt visual untuk Midjourney/Canva.
6. Story Highlight Cover Set
Use case: Membuat tampilan profil IG terlihat rapi dan branded.
Akun saya niche: [NICHE]. Kategori highlight yang ada: [DAFTAR, mis. About, Produk, Testimoni, Tutorial, dll].
Rancang set highlight cover yang konsisten:
1. Konsep visual umum (mis. line icon di lingkaran berwarna pastel)
2. Palet warna 3-4 warna
3. Tipografi (kalau pakai teks)
4. Untuk tiap kategori: ikon spesifik + saran warna latar
5. Prompt Midjourney untuk generate icon set yang konsisten
💡 Capek Mikirin Konten Visual Setiap Minggu?
Claude Pro bisa jadi content partner: dari menyusun plan, menulis carousel, sampai bikin prompt visual Midjourney—semua dalam satu sesi tanpa cepat kena limit. Aktivasi resmi via Send Gift.
Pesan via WhatsApp7. Hook Visual Reels & TikTok
Use case: Detik pertama menentukan video ditonton sampai habis atau di-skip.
Topik reels: "[TOPIK]". Durasi: [15/30/60 detik]. Audiens: [PROFIL].
Buat 10 ide hook visual untuk 3 detik pertama:
1. Pattern interrupt (gerakan/visual tidak terduga)
2. Pertanyaan provokatif di layar
3. Before/after instan
4. Stop motion / efek edit cepat
5. Wajah ekspresif close-up
Untuk tiap hook: deskripsikan apa yang ada di layar detik 0-3, teks overlay, dan transisi ke konten utama.
8. Brief Visual untuk Designer / Midjourney
Use case: Menerjemahkan konsep konten jadi instruksi visual yang spesifik.
Saya butuh visual untuk konten: "[TOPIK / FORMAT]". Mood: [DESKRIPSIKAN]. Brand color: [WARNA].
Tulis brief visual lengkap:
1. Subject utama (apa yang harus terlihat)
2. Komposisi (foreground, midground, background)
3. Mood lighting (golden hour, soft studio, harsh shadow, dll)
4. Palet warna (3-5 warna dengan HEX)
5. Gaya seni referensi (sebutkan 2-3 referensi)
6. Aspect ratio sesuai platform
Lalu konversi brief ini jadi prompt Midjourney (Bahasa Inggris) yang siap copy-paste.
9. Caption & Hashtag yang Optimal
Use case: Caption yang membantu visual bekerja maksimal—bukan sekadar emoji.
Konten visual saya menampilkan: "[DESKRIPSIKAN VISUAL & PESAN]". Platform: [IG / LINKEDIN / TIKTOK].
Tulis:
1. 3 alternatif caption (pendek <50 kata, menengah ~100 kata, panjang storytelling 200 kata)
2. 1 CTA di akhir tiap caption (komen / save / DM / klik link)
3. Set hashtag: 5 high-volume + 5 mid-volume + 5 niche-specific
4. Tip waktu posting & cara merespon komentar awal agar reach naik
10. Menjaga Konsistensi Brand Visual
Use case: Membuat feed terlihat satu nafas meski konten variatif.
Brand color saya: [WARNA]. Aset yang sudah ada: [DAFTAR]. Identitas brand: [DESKRIPSIKAN].
Susun panduan brand visual mini untuk sosmed:
1. Palet warna lengkap (primary, secondary, accent, background, text)
2. Pasangan font (heading + body) + alasan pemilihannya
3. Style fotografi/ilustrasi (warm/cool, flat/realistic, dll)
4. Aturan logo placement
5. 3 "DON'T" yang sering jadi kesalahan brand konsisten
Sajikan dalam format yang bisa langsung dijadikan moodboard.
11. Repurpose Konten Lintas Platform
Use case: Mengubah 1 konten jadi 5+ varian untuk platform berbeda.
Konten asli saya: "[DESKRIPSIKAN: artikel/podcast/video panjang]".
Bantu saya repurpose jadi:
1. 1 carousel IG 8 slide
2. 1 thread LinkedIn (5-7 paragraf)
3. 1 thread X (8 tweet)
4. 1 script reels/tiktok 30 detik (dengan timestamp)
5. 1 thumbnail + judul YouTube
Untuk tiap output: hook pembuka, struktur utama, dan CTA penutup. Pastikan pesan inti tetap konsisten walau format berubah.
12. Audit Visual Feed Existing
Use case: Mengetahui kenapa engagement stagnan dari sisi visual.
Saya akan deskripsikan/lampirkan 9 post terakhir feed saya:
"""[DESKRIPSIKAN 9 POST: tema, format, warna dominan]"""
Berperanlah sebagai konsultan sosmed. Lakukan audit:
1. Apakah feed terlihat konsisten secara visual?
2. Apakah ada terlalu banyak repetisi format?
3. Apakah CTA setiap post jelas?
4. Apakah tema/topik bervariasi tapi tetap relevan dengan niche?
5. 5 perbaikan prioritas untuk 9 post berikutnya (urut dari paling dampak)
Jangan basa-basi, beri masukan jujur.
Bonus: Prompt Ini Juga Bisa Dipakai di ChatGPT, Midjourney & Gemini
Kabar baiknya, semua prompt di atas bersifat universal—Anda bebas menempelkannya ke Claude, ChatGPT (DALL-E), Google Gemini (Imagen), Midjourney, maupun Leonardo AI. Strukturnya tetap bekerja di tool mana pun. Yang membedakan adalah kualitas hasil saat Anda butuh brief panjang, copywriting, dan iterasi lintas varian.
Berikut alasan banyak desainer dan kreator Indonesia memilih Claude sebagai "otak" di balik proses desain konten visual media sosial:
- Context window 200K token — Claude bisa membaca brief klien panjang, moodboard, dan revisi sekaligus tanpa kehilangan konteks.
- Bahasa Indonesia yang natural — sangat membantu untuk headline, tagline, dan copy konten visual media sosial yang tidak kaku.
- Bisa baca file PDF, gambar, & brief klien — tempel langsung referensi tanpa copy-paste manual.
- Lebih jago menulis prompt detail — output prompt untuk Midjourney/DALL-E lebih spesifik dan jarang generik.
Intinya: gunakan Claude sebagai art director (brief, copy, prompt detail), lalu eksekusi visual akhirnya bisa di mana saja—Midjourney, Canva, Photoshop, atau bahkan tangan desainer Anda sendiri.
Siap Aktifkan Claude Pro?
Pesan sekarang via WhatsApp. Aktivasi resmi via Send Gift, beres dalam 5 menit, tanpa kartu kredit.
Pesan via WhatsApp